apaan infaq cuma Rp.100?

17424765_10210272891957400_5945742327700456749_nKenapa sikribo.id hanya mendonasikan Rp.100 ?
kenapa tidak Rp.500 atau Rp.1000 supaya lebih worth it?

Begini,
ini menurut pendapat sy dan pendapat ini boleh saja tidak benar.

Dalam persoalan infaq, selain ikhlas, yang tdk kalah pentingnya adalah konsistensi!

jadi ini bukan soal jumlah tapi tentang ikhlas dan konsistensi, sekali lagi ini menurut sy loh ya…

sikribo.id dan Trasindo Raja Sailama mungkin bisa saja meng-infakan 1jt per produk/jasa tapi saya tidak berani jamin nilai itu bisa konsisten dan belum tentu juga sy ikhlas karena 1jt lumayan asik utk apagitu #ngoahahaha

dan hidup ini terlalu singkat untuk sekedar mencari uang gaesss, sehebat-hebatnya dan secerdik-cerdiknya dirimu tetap saja dirimu tidak akan punya cukup waktu untuk membeli keinginan.

selagi masih ada waktu coba cari cara untuk menjadi lebih bermanfaat, pun jika tidak mampu memberi manfaat untuk orang lain setidak-tidaknya bermanfaat-lah untuk diri sendiri dengan cara ber-infaq se-asik-asik-nya,

karena asik itu bukan persoalan seberapa banyak yang kau miliki tapi seberapa banyak yang kau berikan.

Happy Week End.
Boleh lupa bahagia tapi jangan lupa diri, karena jangan lupa bahagia sudah terlalu mainstream.

#CemilanBukanBukan
#BukanKeripikBukanKerupuk
#BukanMainMain

Iklan

Sedekah, kematian dan jum’at.

soal sedekah

sebagai orang yang pernah menempuh pendidikan di pesantren kilat (waktu itu sy panitia). lohh??!!!

gini aja gini…
intinya sy tidak terlalu faham soal ilmu-ilmu akhirat, amalan-amalan penduduk surga dan sejenisnya, karena memang sy nyantrinya di pesantren kilat dan itupun sebatas utk menyelamatkan hidup saya dari bencana kelaparan semasa kuliah (pokonamah sedihlah kalau diceritain)

tapi sejak meninggalnya ibu saya pada Mei tahun lalu sy menjadi sangat yakin bahwa kematian adalah satu-satunya kepastian yang paling pasti dalam hidup ini.

dan sy yakin sekali kematian bukan akhir dari kisah mahluk bernama manusia,

karena jika mati adalah akhir sebuah kisah lalu apa arti agama yg dianut milyaran mahluk bumi ini?

Saya curiga jangan-jangan kita (termasuk saya) sedang dalam masalah besar dalam proses kehidupan yg konon hanya 70an tahun saja,

memang tidak asik membicarakan sesuatu yang belum kita alami tapi disanalah letak “ngeri-ngeri sedepnya” kehidupan

ini kita berandai-andai,
seandainya jebretttt ternyata setelah mati kita divonis dalam penderitaan yang kekal abadi yg entah berapa milyar tahun cahaya lamanya, ngeri boss ngeri…

ga usah lah kita bicara soal neraka yg banyak api-nya, kita bicara soal susahnya hidup gak punya duit aja udah brasa seperti di ditantang chris john maen tinju kan? gelisah bos… galau

kembali ke soal sedekah

meskipun sedekah tidak mampu mengganti perintah wajib dari Tuhan tetapi sy rasa ini cara paling mudah utk setidak-tidaknya sedikit lebih dekat dengan keselamatan di kehidupan yang kekal abadi yg entahlah gimana kondisinya, entah disana masih ada facebook atau nggak atau mungkin ada fasilitas yg lebih canggih dari itu yg bisa memanjakan pemikiran melalui tulisan2 gak penting seperti ini. #ngoahahaa

selamat hari jumat,
semoga berkah dan sampai di jumat berikutnya

si kribo sahabat yatim dan dhuafa

 

logo-donate

“harta yang benar-benar milik kita adalah harta yang disedekahkan dijalan Allah” ungkapan ini menjadi motivasi owner si kribo untuk mengkampanyekan aksi enterpreneur berinfaq melalui program one coin one love yang digagas dengan nama Infaqpreneur 

aksi sosial yang fokus pada donasi anak yatim dan dhuafa ini disalurkan melalui lembaga resmi yang profesional sehingga diharapkan dapat sampai kepada yang berhak sesuai niat para donatur, selain sikribo.id yang telah aktif menjadi bagian dari Infaqpreneur di Palangkaraya adalah Eljek Palangkaraya dimana dengan menggunakan jasa Ojek Online ini maka anda telah mendonasikan Rp.300 untuk anak yatim dan dhuafa.

Ajakan berinfaq yang dilakukan melalui media sosial dan komunitas-komunitas enterpreneur baik didalam kota palangkaraya maupun di luar kota palangkaraya ini mendapat sambutan antusias dari para pelaku industri Usaha mikro kecil dan menengah sehingga kedepan diharapkan akan lebih banyak lagi anak yatim dan dhuafa yang turut menikmati rejeki melalui para enterpreneur di Indonesia